Selisih Konversi

Anda menjalankan akuntansi (pembukuan) usaha simpan pinjam secara manual ? Jika ya, kapan Anda terakhir me rekonsiliasi data kartu pinjaman atau kartu simpanan para anggota Anda untuk dicocokkan dengan nilai yang ada di neraca ? Valid ? Sama ? Atau bahkan mungkin Anda tidak tahu apakah data Anda ini benar atau salah karena sudah terlalu banyaknya data.

System komputerisasi membutuhkan data yang valid dan balance, karena komputer hanya bersifat dummy atau sering di kenal dengan istilah GIGO (Gold ini Gold Out atau Garbage In Garbage Out), maka sebelum komputerisasi data Anda harus sudah balance. Sebagai misal

Laporan neraca harus sama antara sisi debet dan kreditnya
Laporan neraca nilai rugi labanya harus sama dengan laporan rugi laba
Laporan Neraca nilai pinjaman harus sama dengan total kartu pinjaman
Laporan Neraca nilai simpanan harus sama dengan total kartu simpanan
Dan beberapa laporan lainnya.

Point pertama dan kedua biasanya sudah sama, akan tetapi untuk point ketiga (pinjaman) dan keempat (simpanan) biasanya terdapat perbedaaan angka.
Artinya nilai yang terdapat pada neraca tidak sama dengan total saldo pinjaman atau simpanan yang diambil dari total kartu pinjaman atau simpanan anggota.
Sebenarnya istilah selisih konversi tidak ada pada istilah akuntansi umum. Istilah ini saya buat karena ada kasus perbedaan data saat memasukkan dari data manual ke dalam data komputer, kasus ini tejadi pada penerapan komputerisasi pada koperasi koperasi yang sudah cukup lama berjalan akan tetapi masih menggunakan system manual.

Sebenarnya istilah selisih konversi tidak ada pada istilah akuntansi umum. Istilah ini saya buat karena ada kasus perbedaan data saat memasukkan dari data manual ke dalam data komputer, kasus ini tejadi pada penerapan komputerisasi pada koperasi koperasi yang sudah cukup lama berjalan akan tetapi masih menggunakan system manual.

Dari sinilah timbul istilah selisih konversi, seperti saya katakan sebelumnya system komputer hanya bersifat GIGO, maka untuk membuat data yang akan di masukkan ke dalam komputer menjadi valid,kita harus memisahkan terlebih dahulu selisih dari nilai yang berbeda antara kartu pinjaman/simpanan dengan nilai yang ada di neraca.

Biasanya hal ini terjadi karena adanya salah pencatatan pada saat menjalankan system manual, artinya, nanti jika setelah di jalankan komputerisasi di temukan asal dari selisih tersebut, maka perbedaan ini akan di catat pada perkiraan selisih konversi. Sehingga pada akhirnya, jika semua kesalahan iu ketemu, nilai selisih konversi akan menjadi hilang.

About Radian Blogging Team

Konsultan Software Akuntansi Dagang dan Simpan Pinjam

Posted on November 4, 2008, in Management, Menjalankan Komputerisasi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. trus apabila ada penawaran sebuah koperasi dengan pijaman dengan bunga 30% bangaimana dongggg?????

    • Radian Blogging Team

      haa 30% .. maksudnya 30% perbulan? wah kayaknya gak umum gan.. atau mungkin yang dimaksud 30% setahun ? atau artinya 2.5% per bulan, kalo ini kemungkinan memang ada (meskipun ini tergolong tinggi) . jadi kalau pinjem 1 juta selama 12 bulan, maka bayar perbulannya 84.000 pokok dan 25.000 bunga = Rp 109.000,- ( menggunakan metode FLAT) tapi kalau menggunakan metode EFEKTIF atau ANUITAS, maka total bunga nya jatuhnya akan lebih kecil, meskipun suku bunga nya sama , yaitu 2.5 % per bulan. untuk variasi angka yang di hitung bisa menggunakan bantuan kalkulator berikut http://www.armadilloaccounting.com/calculator

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: